Berapa Kali Dermapen untuk Menghilangkan Bopeng?

berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng

Gaya Modern – Lubang-lubang kecil bekas jerawat di wajah sering kali jadi sumber kekesalan yang tak kunjung reda. Meskipun jerawat aktifnya sudah lama hilang, bekas cekung itu tetap ada dan terlihat jelas setiap kali cahaya mengenai wajah. Banyak orang sudah mencoba segala macam—mulai dari krim malam yang diiklankan bisa memudarkan bekas, serum vitamin C, sampai masker alami—tapi hasilnya sering kali hanya sedikit perubahan atau malah tidak terasa sama sekali. Dermapen kemudian muncul sebagai salah satu opsi yang kini banyak dibicarakan karena cara kerjanya berbeda: bukan sekadar menutup dari luar, melainkan mendorong kulit memperbaiki diri dari dalam. Pertanyaan yang paling sering muncul di benak mereka yang sedang mencari solusi adalah berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng supaya lubang-lubang itu benar-benar bisa tertutup dan kulit kembali rata.

Bopeng terbentuk karena saat jerawat meradang, jaringan kolagen di bawah kulit rusak dan tidak terbentuk kembali dengan sempurna. Akibatnya permukaan kulit jadi tidak rata—ada yang berbentuk rolling lembut, boxcar bertepi tajam, atau ice pick yang dalam dan sempit. Dermapen bekerja dengan membuat tusukan mikroskopis yang sangat kecil dan teratur. Tusukan itu memancing tubuh memproduksi kolagen baru serta elastin, sehingga lama-kelamaan lubang-lubang itu mulai terisi dan permukaan kulit terlihat lebih halus.

Bagi yang sedang mempertimbangkan dermapen, pertanyaan pertama yang biasanya muncul adalah berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng supaya hasilnya benar-benar kelihatan. Jawabannya tidak bisa satu angka pasti karena setiap kulit berbeda. Ada yang merasakan perubahan cukup nyata setelah tiga kali, ada pula yang butuh enam kali atau lebih. Yang jelas, ini bukan perawatan sekali jadi—perlu kesabaran, jeda yang tepat antar sesi, dan perawatan pasca yang konsisten.

Cara Kerja Dermapen dan Alasan Cocok untuk Bekas Jerawat Cekung

berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng

Dermapen adalah alat berbentuk pena dengan kepala yang berisi jarum-jarum sangat halus—biasanya 12 sampai 36 jarum tergantung modelnya. Saat digerakkan di atas kulit, jarum itu menusuk lapisan epidermis dan mencapai dermis dengan kedalaman yang bisa diatur. Kedalaman ini penting sekali: untuk bopeng ringan cukup 0,5–1 mm, sedangkan untuk bekas dalam bisa sampai 2–2,5 mm. Tusukan mikro itu menciptakan “cedera terkendali” yang memicu respons penyembuhan alami tubuh.

Tubuh lalu mengirimkan sinyal untuk memproduksi kolagen tipe 3 (yang lebih muda dan lentur) serta elastin. Setelah beberapa minggu, kolagen tipe 1 yang lebih kuat dan stabil mulai terbentuk. Inilah yang secara bertahap mengisi cekungan bopeng. Proses satu sesi biasanya memakan waktu 30–60 menit, tergantung luas area yang dirawat. Sebelum mulai, klinik hampir selalu mengoleskan krim anestesi topikal agar rasa tidak terlalu mengganggu.

Setelah selesai, kulit langsung merah seperti terbakar matahari ringan. Rona itu biasanya bertahan 2–5 hari, kadang disertai sedikit bengkak atau rasa kencang. Reaksi ini sebenarnya tanda baik—artinya kulit sedang aktif meregenerasi. Selama masa ini, perlindungan dari sinar UV menjadi sangat krusial karena kulit sementara lebih rentan terhadap noda hitam.

Keuntungan Lain yang Biasa Didapat

Selain mengurangi kedalaman bopeng, banyak orang merasakan perubahan positif lain setelah beberapa sesi. Tekstur kulit jadi lebih lembut dan rata secara keseluruhan, pori-pori terlihat mengecil karena lapisan kulit mengencang, serta garis halus di dahi atau sekitar mata mulai memudar. Warna kulit juga cenderung lebih merata karena turnover sel meningkat. Beberapa klinik bahkan melaporkan perbaikan pada stretch mark atau bekas luka lama di bagian tubuh lain setelah perawatan rutin.

Perawatan ini relatif aman untuk berbagai jenis kulit—termasuk kulit sawo matang atau gelap—selama dilakukan dengan teknik yang benar dan alat steril. Risiko hiperpigmentasi lebih rendah dibandingkan beberapa jenis laser ablative.

Kira-kira Berapa Sesi yang Dibutuhkan?

Berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng? Jawaban yang paling sering muncul dari pengalaman klinik di Indonesia dan cerita pasien adalah kisaran 3 sampai 6 sesi. Jeda antar sesi umumnya 4–6 minggu. Alasan jeda ini penting: kulit butuh waktu untuk menyelesaikan siklus produksi kolagen penuh. Kalau sesi terlalu berdekatan, justru bisa memperlambat penyembuhan atau meningkatkan risiko iritasi berkepanjangan.

Untuk bopeng yang masih dangkal atau baru terbentuk (misalnya bekas jerawat 1–2 tahun terakhir), tiga sampai empat sesi sering sudah memberikan perubahan yang cukup terlihat—kedalaman lubang berkurang, tepi bekas mulai halus. Bopeng yang sudah lama, dalam, dan banyak jumlahnya biasanya memerlukan 5–6 sesi, bahkan kadang ditambah satu-dua sesi maintenance di tahun berikutnya.

Beberapa faktor yang memengaruhi jumlah sesi:

  • Usia: kulit di bawah 30 tahun biasanya merespons lebih cepat.
  • Tingkat keparahan: ice pick dalam butuh lebih banyak sesi dibanding rolling scar.
  • Gaya hidup: perokok atau orang yang jarang tidur malam cenderung butuh lebih lama.
  • Perawatan pasca: kalau rajin pakai sunscreen dan pelembap, hasil bisa lebih optimal.

Banyak yang mencatat perbaikan sekitar 40–60% setelah tiga sesi, lalu naik menjadi 70–90% setelah enam sesi. Tapi ingat, angka ini hanya perkiraan—setiap kulit punya kecepatan sendiri.

Hal-hal yang Mempengaruhi Hasil

Kedalaman jarum harus sesuai. Terlalu dangkal, stimulasi tidak sampai ke lapisan rusak. Terlalu dalam, malah bisa menimbulkan iritasi berlebih. Beberapa dokter kulit mengombinasikan dermapen dengan PRP (plasma kaya trombosit dari darah pasien sendiri) atau serum hyaluronic acid untuk mempercepat pengisian pada bekas yang sulit.

Perawatan di rumah juga ikut menentukan. Menggunakan pelembap barrier repair, menghindari retinol atau AHA selama 1–2 minggu pasca sesi, serta menjaga kulit tetap terhidrasi membuat kolagen baru terbentuk lebih baik.

Perawatan Pasca yang Harus Dilakukan dengan Benar

Tahap pasca dermapen sering disebut sebagai “setengah dari kesuksesan”. Hari pertama sampai kedua, kulit sebaiknya dibiarkan bernapas—tanpa makeup, tanpa foundation, tanpa olahraga intens yang bikin keringat berlebih. Cuci muka hanya dengan pembersih lembut tanpa sabun keras, lalu oleskan pelembap tebal yang calming (banyak yang pakai produk berlabel post-procedure atau centella-based).

Sunscreen spektrum luas minimal SPF 30 harus dipakai setiap pagi, bahkan kalau hanya di dalam rumah sekalipun. Di Jakarta yang sinarnya kuat sepanjang tahun, tambahan topi atau payung saat keluar sangat disarankan. Dalam 5–7 hari pertama, kulit mungkin terasa kering dan mengelupas tipis—biarkan proses itu berjalan alami, jangan digaruk atau dikupas paksa.

Minum air putih cukup dan mengonsumsi makanan kaya vitamin C (jeruk, kiwi, paprika) serta protein membantu mendukung produksi kolagen dari dalam.

Reaksi yang Biasa Muncul dan Penanganannya

Kemerahan ringan sampai sedang adalah hal yang paling umum—mirip kulit terbakar matahari setelah berjemur sebentar. Biasanya mulai memudar dalam 2–5 hari. Beberapa orang juga mengalami bengkak kecil di pipi atau dahi, terutama kalau area yang dirawat cukup luas. Selama tidak ada nyeri hebat atau keluar cairan, ini masih normal.

Kulit sensitif kadang menunjukkan breakout kecil atau titik merah sementara karena pori-pori sedang “membersihkan” kotoran yang terdorong ke permukaan. Tangani dengan tetap membersihkan dua kali sehari pakai produk lembut dan oleskan pelembap ringan. Hindari sentuhan tangan kotor ke wajah.

Kalau kemerahan bertahan lebih dari seminggu atau muncul noda gelap baru, segera konsultasi kembali ke klinik. Hampir semua kasus seperti ini bisa diatasi dengan penanganan cepat.

Kisaran Biaya dan Pertimbangan Memilih Tempat

Biaya satu sesi dermapen di Jakarta biasanya berkisar Rp600.000–Rp2.500.000, tergantung klinik, dokter, dan apakah ada tambahan seperti PRP. Paket 4–6 sesi sering lebih murah per sesinya. Pilih tempat yang punya dokter kulit spesialis, ruang perawatan steril, dan alat dermapen asli (bukan KW).

Dermaroller rumahan memang jauh lebih murah, tapi tanpa pengawasan profesional risikonya tinggi—mulai dari infeksi sampai bekas baru yang lebih dalam.

Opsi Lain Selain Dermapen

Kalau dermapen terasa terlalu mahal atau kulit tidak cocok, alternatif yang sering dipertimbangkan adalah laser fractional non-ablative, chemical peel sedang, subcision, atau filler hyaluronic acid untuk bopeng tertentu. Produk topikal dengan retinol, niacinamide, atau peptide juga bisa membantu meski butuh waktu lebih lama.

Pola hidup sehat—tidur cukup, makan bergizi, dan skincare dasar yang konsisten—sering kali sudah memberikan perbaikan berarti pada bopeng ringan.

Intinya, berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng paling sering jatuh di kisaran 3–6 sesi dengan jeda 4–6 minggu. Tapi jumlah sesi bukan segalanya—perawatan pasca yang telaten dan kesabaran menunggu hasil jauh lebih menentukan. Kulit setiap orang bereaksi berbeda, jadi yang terbaik adalah konsultasi langsung dengan dokter kulit untuk rencana yang sesuai kondisi.

Sudah pernah coba dermapen atau punya pengalaman mengatasi bopeng dengan cara lain? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu bisa membantu orang lain yang sedang mencari referensi.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai konten informatif dengan memanfaatkan referensi publik dan pengolahan data berbasis teknologi. Informasi yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, kebijakan resmi, atau dokumen hukum. Segala keputusan yang diambil berdasarkan artikel ini berada di luar tanggung jawab pengelola. Informasi lebih lanjut tersedia di Privacy Policy Gaya Modern.

You may also like